Alkisah diceritakan dari seorang sahabat Nabi Saw bahwa pada suatu ketika datang seorang Arab Badui menemui Rasulullah, sambil memegang tali unta Rasulullah lalu bertanya, “Ya Rasulullah, beritahulah kepadaku amalan apakah yang dapat mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka?” Beliau pun menjawab, “Hendaklah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mempererat tali persaudaraan.”

 

Nasehat Rasul yang disampaikan kepada seorang arab tersebut sejatinya berlaku dan perintah juga buat kita. Terlihat dari hadist di atas bahwa kedudukan mempererat tali silaturahim sejajar dengan kewajiban ibadah pokok lainnya seperti tidak menyekutukan Allah, salat, zakat dan seterusnya.

 

Karena kedudukannya yang begitu penting maka Rasulullah pun sangat melarang memutus tali persaudaraan dan termasuk dalam dosa besar, karena dapat mencegah datangnya rahmat bagi dirinya dan kawan-kawannya. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi kaum muslimin untuk bertaubat memohon ampun kepada Allah swt dan kembali menyambung tali silaturrahim yang telah terputus.

 

Dalam sebuah hadist juga disebutkan bahwa tidak ada perbuatan baik yang lebih cepat pahalanya daripada mempererat silaturrahim, dan tiada dosa yang lebih pantas disegerakan oleh Allah siksaannya di dunia, disamping siksaan yang disimpan di akhirat melebihi daripada berbuat aniaya dan memutus tali persaudaraan.”

 

Anjuran silaturrahim pun tak terbatas kepada orang-orang yang dianggap baik saja. Menyangkut tiga hal yang menjadi ciri ahli surga, kebaikan tak terbatas kepada siapa saja; mereka akan tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya, memaafkan orang yang menganiaya mereka dan pemurah kepada orang yang kikir kepadanya.

 

Salah satu manfaat yang silaturrahim adalah menambah umur panjang. Maka bisa jadi seseorang yang umurnya tinggal 3 hari karena suka bersilaturrahim maka ditambah jadi 30 tahun. Dan sebaliknya seseorang yang jatah umurnya masih 30 diperpendek menjadi 3 hari karena memutus tali persaudaraan. Sebab, “ Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya.” ( Ar-ra’d, ayat 39)

 

Sikap yang masuk dalam kategori memutus silaturrahim yakni, jika kita memiliki kerabat lantas kita tidak pernah berkunjung dan membantu dengan harga. Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam shuhuf dari Allah swt:

 

“Wahai anak adam, pereratlah persaudaraanmu dengan hartamu, dan jika kamu merasa sayang (kikir) dengan hartamu atau hartamu hanya sedikit, maka berjalanlah dengan kakimu (kunjungi ia).

 

Bahkan Rasul bersabda, “Pereratlah tali persaudaraanmu walaupun hanya dengan ucapana salam.”

 

Bahkan untuk urusan silaturrahmi kita dilarang untuk membedakan antara muslim dan kafir dalam tiga hal. sebagaimana dinyatakan oleh Maimun bin Mahran, “Barang siapa yang saling berjanji baik kepada muslim maupun kafir maka ia harus menepatinya, karena janji itu hubungannya dengan Allah; barang siapa yang memiliki keluarga baik musliam maupun kafir maka ia wajib menjaga tali persaudaraan; dan barang siapa yang mendapat kepercayaan baik dari muslim atau kafir maka wajib baginya untuk menunaikannya.”

 

Masih banyak ayat, hadist dan kisah yang bercerita tentang silaturrahim. Sebagai kesimpulan ada 10 manfaat yang didapat dari silaturrahim, sebagaimana diterangkan Syeikh Abu Laits As-samarqandi dalam kitabnya Tanbihul Ghofilin:

 

  1. Memperoleh keridhoan Allah, karena silaturrahim itu diperintahkan oleh Allah swt.
  2. Menggembirakan sanak kerabatnya, karena diriwayatkan dalam satu hadist bahwa “perbuatan yang paling utama adalah menggembirakan orang yang beriman.”
  3. Para malaikat merasa gembira, karena mereka bergembira bila ada orang yang bersilaturrahim
  4. Mendapat pujian dari segenap kaum muslimin
  5. Menyedihkan iblis yang terkutuk
  6. Menambah umur
  7. Menambah berkah dalam rizkinya
  8. Menyenangkan orang-orang yang telah meninggal dunia, karena nenek moyangnya merasa senang dengan adanya silaturrahim yang dilakukan oleh anak cucunya.
  9. Menambah kasih sayang
  10. Menambah pahala setelah mati, karena mereka akan tetap mendoakannya walaupun ia telah mati selama mereka ingat kebaikan yang ia lakukan buat mereka.

 

Wallahu a’lam bishowab

Related posts

Menjaga Hati

Menjaga Hati

Menjaga Hati Jagalah hati jangan kau kotori Jagalah hati lentera hidup ini Jagalah hati jangan kau nodai Jagalah hati cahaya illahi Syair lagu di...

Posted
Huznudzon Vs Suudzon

Huznudzon Vs Suudzon

Prasangka Buruk VS Prasangka Baik Berburuk sangka adalah satu sifat tercela di dalam ajaran agama Islam. Buruk sangka biasanya berawal dari dugaan...

Posted

Leave a Reply