Merebaknya virus MERS-CoV di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran para traveler yang hendak umroh, apakah akan terjadi pembatasan visa umroh untuk mencegah MERS. Kemenag menjamin tidak ada hal semacam itu.

 

Menurutnya, sampai sejauh ini tidak ada pembatalan umroh atau haji yang signifikan akibat MERS. Data menunjukan, jumlah traveler yang pergi umroh tetap lebih tinggi dari pada tahun lalu.
Kabar soal MERS di Indonesia dan di Arab Saudi bagaikan bumi dan langit. Di sana relatif tenang-tenang saja.

 

Sejauh ini belum ada satu pun WNI pulang umroh yang dinyatakan positif MERS. Berbagai pasien yang dirawat di RS pasca umroh, semuanya negatif MERS.

 

“MERS berasal dari unta dan kelelawar itu juga tidak betul. Yang betul adalah penyebaran MERS di rumah sakit. Jadi sampai sekarang tidak ada travel warning, yang ada travel advice,”
Arab Saudi tidak memberikan visa umroh dan haji untuk anak kecil di bawah 4 tahun dan lansia di atas 60 tahun, kecuali sudah divaksin influenza. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus MERS.

 

Segala aturan menyikapi virus MERS adalah kewenangan dari pemerintah Arab Saudi. Menurutnya Indonesia akan mengikuti segala aturan yang diberikan oleh pemerintah setempat.
MERS atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) adalah virus yang berbahaya karena belum ada obatnya dan mematikan. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS. Adapun korban yang diserang semua umur, dengan usia rata-rata 51 tahun.

 

Virus MERS di Arab Saudi juga menjadi perhatian jamaah umroh dari berbagai negara di Timur Tengah. Meski ada imbauan dan larangan, mereka tidak mengurungkan niat untuk traveling ke Tanah Suci.

 

Jika pemberitaan MERS ramai di Indonesia, apalagi di kawasan Timur Tengah. Media massa di berbagai negara Timur Tengah ramai pula memberitakan hal ini, apalagi jamaah umroh dan haji dari negara-negara itu juga banyak. Hal ini tampak dalam beberapa pemberitaan di Uni Emirat Arab. Media The National di Uni Emirat Arab memberitakan bahwa para jamaah umroh dan haji dari UEA tidak mengurungkan niat mereka untuk pergi ke Tanah Suci, walaupun ada virus MERS.

 

Warga mengetahui sepenuhnya tentang virus MERS, serta risiko kematiannya. Namun, tidak ada pembatalan kepergian. Mereka semua tetap traveling ke Tanah Suci.

 

“Semua akan traveling ke Makkah untuk umroh dan haji, tidak ada apapun yang bisa menghentikan mereka,” kata Al Awadi seorang warga dari Kota Ras Al Khaimah.

 

Begitupun pihak biro perjalanan umroh dan haji di Uni Emirat Arab. Diberitakan The National, pihak biro perjalanan mengatakan pelanggan mereka mantap untuk pergi umroh, walaupun sudah diberikan sosialisasi soal MERS dan diminta melakukan vaksinasi.

 

Di Bahrain pun situasinya demikian. Gulf Daily News memberitakan Arab Saudi menghentikan visa untuk anak kecil dan lansia yang belum divaksin demi mencegah penyebaran MERS dan para jamaah umroh dari Bahrain mungkin akan mengalami kesulitan visa.

 

Pemerintah Bahrain diberitakan akan mematuhi aturan dari Arab Saudi. Jika anak-anak dan lansia bisa menunjukan tanda bukti sudah divaksinasi, pemerintah Bahrain mengatakan visa mereka mungkin bisa diterima oleh Arab Saudi.

Related posts

Leave a Reply