Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) terus menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan Indonesia. Sejauh ini, ada dua suspect yang meninggal dunia. Sebetulnya, bagaimana penyebarannya?

 

Hingga hari, ada beberapa orang asal Indonesia yang pulang umroh dan diduga terkena virus tersebut. Sampel dari cairan di tenggorokan mereka sedang diteliti, namun hasilnya belum keluar.
Tiga wilayah yang menjadi tempat tinggal mereka adalah Bali, Pekanbaru dan Medan. Di Bali, ada seorang pria yang meninggal dunia sepulang umroh. Dia memiliki gejala sesak napas dan batuk, namun juga punya riwayat penyakit paru.

 

Lalu di Pekanbaru, saat ini ada tiga orang yang pulang umroh dirawat di rumah sakit. Identitas mereka dirahasiakan, namun memiliki gejala yang mirip dengan pengidap MERS. Sementara di Medan, ada satu orang meninggal dunia, dua lainnya masih dirawat sepulang umroh.

 

Suspect Virus MERS di Indonesia

 

Medan :

  • 1 orang meninggal
  • 2 orang dirawat
  • Pulang umroh

Gejala : Sesak napas dan Flu berat

 

Pekanbaru :

  • 3 orang dirawat

Gejala : Sesak napas dan demam tinggi

 

Bali :

  • 1 orang meninggal dunia
  • Pulang umroh
  • Usia 50 tahun

Gejala : Sesak napas dan batuk mempunyai riwayat paru obstruktif kronik

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberi tips bagi para jamaah yang hendak melaksanakan umroh atau haji supaya terhindari dari virus MERS Coronavirus. Persiapan mulai keberangkatan hingga kepulangan harus maksimal.

 

Tim kajian IDI yang dipimpin oleh dr Zainal Abidin menyampaikan sejumlah tips bagi para jamaah yang hendak beribadah ke Makkah di kantor IDI Jl. Ratulangie No. 29, Menteng, Jakarta Pusat, Para dokter ahli ini tak melarang keberangkatan, namun mengajak untuk lebih memperhatikan hal-hal berikut :

 

Sebelum Berangkat Umroh

 

  1. Melakukan pemeriksaan kesehatan.
  2. Melakukam vaksinasi yang dianjurkan.
  3. Tidak dianjurkan berangkat bila telah dalam kondisi sakit sebelum berangkat atau mempunyai penyakit kronis yang tidak terkontrol, misalnya penyakit kardiopulmonal dan sistem kekebalan tubuh.

 

Rekomendasi Kemenkes Arab Saudi Pengunduran pelaksanaan haji/umrah tahun ini bagi :

  • Orang tua (di atas usia 65 tahun),
  • Jamaah dengan penyakit kronis misal penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit saluran pernafasan, diabetes
  • Jamaah dgn defisiensi kekebalan tubuh
  • Jamaah dengan keganasan, kanker
  • Jamaah dengan penyakit-penyakit terminal
  • Wanita hamil dan anak-anak (usia di bawah 12 tahun)

 

Selama perjalanan dan saat di negara tujuan
1. Melakukan langkah-langkah umum untuk mencegah penularan semua penyakit pernafasan:

  • Hindari kontak dekat jika mungkin dengan siapa saja yang menunjukkan gejala (batuk dan bersin)
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin (etika batuk)

2. Menjaga baik kebersihan tangan

  • Mencuci tangan sesering mungkin setidaknya 15 sampai 20 detik dengan sabun dan air
  • Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut

3. Tinggal di rumah/hotel saat Anda salit dan melapor pada petugas kesehatan/pimpinan rombongan

  • Menghindari kontak dekat dengan orang lain jika Anda sakit

4. Menjaga benda dan permukaan bersih dan didesinfeksi
5. Dianjurkan untuk tidak berdekatan dengan unta, tidak minum susu unta mentah atau makanan yang mungkin terkontaminasi. Bukti menunjukkan bahwa virus mungkin memiliki asal usul terkait dengan unta, meskipun bukti ini masih diteliti.

 

Setelah pulang dari perjalanan

  1. Wajib mewaspadai gangguan kesehatan yang bisa terjadi karena tertular saat perjalanan hingga 15 hari sesudah pulang.
  2. Apabila menderita sakit saat pulang dari perjalanan, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Gejala yang harus diwaspadai adalah bila menderita sakit akut dengan gejala gangguan saluran nafas berat, demam atau diare.

Related posts

Leave a Reply